Begini Cara Melakukan Sulam Alis Agar Tampak Natural

April 22, 2022

Trend merias alis terus berkembang dari tahun ke tahun. Dimulai dari pemakaian pensil alis hingga teknik sulam alis. Banyak wanita yang saat ini tidak ingin kerepotan dan menghabiskan banyak waktu merias alis, memilih untuk menyulam alis. Namun harus hati-hati ya, jangan sampai hasilnya justru terlihat aneh.
Memutuskan untuk melakukan sulam alis demi efisiensi waktu bisa menjadi pilihan yang tepat. Tapi kamu harus pandai dalam memilih beautician. Mereka harus pandai dan ahli dalam bidang sulam alis. Karena jika salah, dapat berpengaruh pada bentuk wajah.
Lantas, bagaimana teknik menyulam alis agar terlihat natural? Simak yang berikut ini.

Teknik Sulam Alis Agar Hasil Terlihat Natural

Alis berpengaruh besar terhadap penampilan wajah. Hasil dari proses melukis alis bisa membuat wajah terlihat sedang murung, marah atau bahagia. Oleh sebab itu, jika kamu melakukan sulam alis di tempat yang salah, maka hasilnya justru membuat tampilan kamu jadi terlihat tidak alami
Sulam alis pada awalnya dimulai dari teknik 2D dan selanjutnya terus mengalami perkembangan hingga saat ini sudah ada teknik 4D dan 6D.
Teknik-teknik menyulam alis inilah yang membuat hasil sulam alis berbeda satu dengan lainnya. Seberapa alamikah hasil yang akan terlihat dan tentunya tidak seperti lukisan? Berikut teknik-teknik yang memberikan riasan alis yang alami.

Teknik Sulam Alis 4D

Proses sulam alis 4D lebih dahulu ada dibanding 6D. Sama-sama berasal dari Korea, teknik ini juga menggunakan cara yang sama dengan 6D. Perbedaannya adalah mata jarum yang dipakai pada teknik sulam alis 4D kecil dan agak melengkung. Untuk hasil goresannya, terlihat lebih halus namun tetap membuat alis bervolume.
Karena hasilnya terlihat halus, maka teknik menyulam alis 4D ini cocok untuk wanita dengan tipe rambut tipis dan kurang bervolume. Sehingga hasil sulamnya terlihat lebih rapi dan alami.
Proses penggunaan jarum pada kulit juga tidak terlalu menyakitkan. Hal itu disebabkan karena ukuran jarum yang dipakai.

Teknik Sulam Alis 6D

Teknik 6D merupakan teknik menyulam alis yang terbaru dan sudah sering dipakai saat ini. Teknik ini berasal dari negeri ginseng, Korea.
6D dalam prakteknya menggunakan jarum yang berukuran mikro. Namun hasil goresannya tetap terlihat lebih tebal, lurus dan terlihat sangat jelas menyatu dengan rambut alis yang asli. Sehingga teknik ini cocok untuk kamu yang bertipikal rambut tebal.
Keberhasilan menerapkan teknik sulam alis 6D ini terletak pada jarum yang digunakan dan juga teknik mengaplikasikannya. Jadi sangat tergantung pada terapis kecantikan yang harus profesional. Karena bagaimanapun goresan tangan si terapis tetaplah yang menentukan.

Teknik Sulam Alis Microfeathering

Microfeathering merupakan teknik merias alis yang sama dengan teknik menyulam alis dengan menggunakan jarum untuk membuat pigmen pada kulit di bagian alis yang menyerupai rambut alis. Sehingga alis terlihat lebih bervolume dan berbulu.
Dibandingkan dengan teknik 6D, teknik microfeathering menggunakan jarum yang sama, namun tinta yang digunakan berbeda.
Menurut Streicher sang pencipta teknik ini, agar bisa membuat tampilan bulu mikro, goresan kecil diaplikasikan pada lapisan kulit luar dengan menggunakan pigmen khusus yang didesain mirip dengan warna asli rambut pelanggan.
Teknik ini menggunakan pigmen oksida besi. Pigmen yang dianggap paling aman dan semi permanen bagi kulit. Pigmen ini akan diserap oleh kulit secara perlahan-lahan. Sehingga sampai pada waktunya, alis kembali terlihat seperti aslinya.
Mengapa demikian? Karena trend sulam alis akan terus berubah-ubah. Dikhawatirkan pelanggan merasa bosan jika tidak segera berganti model alis.
Kelebihan lain dari teknik ini adalah hasil goresan juga akan menyesuaikan dengan mimik wajah pelanggan sehingga benar-benar memberikan tampilan yang alami.

Kesimpulan

Teknik 4D, 6D maupun microfeathering merupakan sama-sama teknik sulam alis yang bisa membuat tampilan alami. Yang perlu menjadi perhatian adalah jangan sampai salah memilih terapis agar hasil tidak mengecewakan.

WhatsApp