Apakah Sulam Alis Aman Tanpa Efek Samping?

August 25, 2022

Sulam alis (microblading) merupakan prosedur kosmetik semi permanen untuk membentuk, mengisi, dan merapikan alis dengan menanamkan pigmen berwarna. Treatment ini efektif bagi wanita yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu untuk mengukir alis dengan pensil alis. Harga sulam alis sekitar Rp1 juta hingga Rp12 juta.
Sebenarnya perawatan ini terbilang aman jika klinik kecantikan, peralatan, dan tenaga ahli sudah memenuhi standar kesehatan. Berikut beberapa efek samping treatment ini jika belum memenuhi standar.

Efek Samping Sulam Alis Jika Belum Memenuhi Standar Kesehatan

Pada dasarnya, efek samping sulam alis dapat terminimalisir jika kamu dan penyulam alis mengetahui risiko-risikonya. Resiko pasca perawatan juga mungkin terjadi karena konsumen tidak mengikuti instruksi perawatan dengan benar. Berikut penjelasannya.

1. Rasa Sakit

Sebelum memulai perawatan, biasanya pihak klinik atau salon akan memberikan anestesi. Proses pengerjaan membuat sayatan terhadap kulit alis menggunakan pena yang berujung silet yang telah bertinta. Tinta ini kemudian akan ditanamkan pada lapisan epidermis kulit.
Tingkat toleransi rasa sakit setiap orang berbeda-beda. Walaupun sudah mendapatkan anestesi, bagi beberapa orang tetap merasakan sakit.
Waspada apabila tetap mengalami rasa sakit yang sangat parah setelah meninggalkan klinik kecantikan. Perhatikan juga apakah terdapat pembengkakan pada area alis.

2. Merusak Lapisan Kulit Epidermis

Pada berbagai kasus, lapisan kulit akan mengelupas setelah melakukan perawatan ini. Tinta semi permanen yang tertanam menembus sampai lapisan kedua kulit.
Selain itu, teknik penyayatan pada treatment memungkinkan saraf alis rusak. Kerusakan ini menyebabkan peredaran darah di sekitaran alis tidak lancar.

3. Iritasi Kulit

Jika terjadinya luka pada saat proses pengerjaan bisa menimbulkan iritasi. Kandungan pada tinta sulam juga berpotensi sebagai penyebab iritasi pada kulit alis. Biasanya akan muncul bercak merah, bengkak, dan rasa panas pada area alis. Pemilik kulit sensitif sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

4. Reaksi Alergi

Komposisi yang terdapat pada tinta bisa menyebabkan alergi. Sebelum melakukan perawatan ini, sebaiknya kamu cross check kembali bahan dasar pembuat tinta. Jika sudah terlanjur melakukan treatment, pastikan kamu menyediakan obat alergi untuk menghindari efek yang berlebihan.

5. Infeksi

Dampak lanjutan dari iritasi adalah terjadinya infeksi pada kulit alis. Infeksi biasanya terjadi karena alat sulam tidak steril. Tenaga ahli dan lokasi yang kurang bersih juga berpotensi untuk menularkan penyakit hepatitis bahkan HIV/AIDS. Zat kimia pada tinta juga bisa menyebabkan infeksi pada kulit.
Ciri-ciri infeksi yaitu mata membengkak dan munculnya nanah pada daerah sekitaran alis.

6. Menghambat Pertumbuhan Alis

Proses memasukkan tinta pada lapisan kedua kulit mengganggu pertumbuhan rambut pada alis. Zat kimia pada tinta juga dapat merontokkan alis bahkan berpotensi tidak dapat tumbuh kembali. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan pada akar rambut alis.

7. Ketergantungan

Sebenarnya sulam alis tahan berapa lama sih? Biasanya tinta bertahan 1 hingga 3 tahun di kulit. Setelah warna tinta memudar, kamu perlu menyumlamnya kembali untuk membuat alis tetap terlihat rapi.

8. Bentuk dan Warna Alis yang Tidak Alami

Dalam proses pembentukan alis, terkadang tenaga ahli tidak mampu menyesuaikan bentuk, tebal, dan warna alis sesuai dengan bentuk wajahmu. Sebaiknya kamu terlebih dahulu menentukan bentuk, tebal, dan warna alis yang cocok untuk penampilanmu kepada tenaga ahli.
Jika masih ragu untuk melakukan perawatan sulam alis, kamu bisa memilih alternatif lain seperti melakukan treatment brow bomber. Perawatan ini dapat mengikuti arah tumbuh alis secara alami. Selain itu, alis juga akan lebih tebal dan lebih sehat dari sebelumnya. Kamu dapat melakukan treatment ini di klinik kecantikan atau salon seperti everlash.

WhatsApp